Cara Menambah atau Mengubah KBLI di OSS Tanpa Membuat NIB Baru

Lsya Melinda

Oktober 31, 2026

Cara Menambah atau Mengubah KBLI di OSS Tanpa Membuat NIB Baru

Banyak pelaku usaha mengira bahwa ketika ingin menjalankan bidang usaha baru, mereka harus membuat Nomor Induk Berusaha (NIB) kembali dari awal. Padahal, perubahan kegiatan usaha tidak selalu mengharuskan pelaku usaha memiliki NIB baru.

Melalui sistem Online Single Submission (OSS), data kegiatan usaha dapat dikelola sesuai dengan kondisi dan perkembangan usaha. Pelaku usaha dapat menambahkan bidang usaha yang belum tercantum atau melakukan perubahan data kegiatan usaha sesuai dengan ketentuan yang tersedia di sistem.

Hal ini penting diperhatikan karena KBLI tidak hanya berfungsi sebagai kode administrasi. Kode tersebut menggambarkan bidang atau kegiatan usaha yang dijalankan dan menjadi salah satu dasar dalam menentukan perizinan berusaha yang diperlukan.

Seiring dengan perubahan kegiatan usaha, pelaku usaha perlu memastikan data pada OSS tetap sesuai dengan aktivitas sebenarnya. Kesalahan memilih KBLI dapat menyebabkan perizinan yang dibutuhkan tidak sesuai dengan kegiatan yang dijalankan.

Artikel ini membahas cara menambah atau mengubah KBLI di OSS, dokumen dan data yang perlu dipersiapkan, pengaruh perubahan terhadap NIB dan izin yang telah diterbitkan, serta hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan perubahan.

Apa Itu KBLI dalam OSS?

KBLI adalah singkatan dari Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia. Klasifikasi ini digunakan untuk mengelompokkan kegiatan ekonomi berdasarkan jenis aktivitas usaha.

Dalam sistem OSS, pemilihan KBLI berkaitan dengan kegiatan usaha yang didaftarkan oleh pelaku usaha. Informasi tersebut kemudian digunakan dalam proses penentuan persyaratan dan perizinan berdasarkan tingkat risiko kegiatan.

Sistem OSS saat ini telah menggunakan KBLI 2025. OSS juga menyediakan fasilitas konversi dari KBLI 2020 ke KBLI 2025 untuk membantu pelaku usaha mengetahui perubahan kode klasifikasi. Beberapa kode dapat tetap sama, berubah, dipecah, digabung, atau ditata ulang.

Karena itu, pelaku usaha yang sebelumnya mendaftarkan kegiatan menggunakan klasifikasi lama sebaiknya tidak langsung mengganti kode berdasarkan perkiraan. Pengecekan melalui sistem OSS diperlukan agar kegiatan usaha dipetakan pada klasifikasi yang sesuai.

Apakah Bisa Menambah KBLI Tanpa Membuat NIB Baru?

Pada prinsipnya, penambahan kegiatan usaha dapat dilakukan melalui data usaha yang sudah terdapat dalam sistem OSS. OSS menyediakan menu pengelolaan kegiatan usaha, termasuk fasilitas untuk menambahkan kegiatan usaha pada lokasi usaha yang sudah dimiliki.

Dengan demikian, penambahan bidang usaha tidak otomatis berarti harus membuat NIB baru dari awal.

Namun, perlu dibedakan antara menambah kegiatan usaha pada data usaha yang sudah ada dengan membuat identitas usaha yang benar-benar baru. Jika perubahan hanya berkaitan dengan kegiatan atau bidang usaha, prosesnya dapat dilakukan melalui pengelolaan data pada OSS sesuai kondisi usaha.

Setelah kegiatan baru ditambahkan, sistem dapat melakukan penilaian risiko dan menampilkan persyaratan perizinan yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.

Jadi, jawaban atas pertanyaan apakah KBLI dapat ditambah tanpa membuat NIB baru adalah bisa, sepanjang perubahan tersebut dilakukan melalui mekanisme perubahan atau penambahan kegiatan usaha pada data usaha yang sudah terdaftar dan sesuai ketentuan OSS.

Kapan Pelaku Usaha Perlu Menambah KBLI?

Penambahan KBLI umumnya relevan ketika pelaku usaha mulai menjalankan aktivitas yang belum tercantum dalam data kegiatan usaha sebelumnya.

Contohnya, sebuah usaha awalnya hanya menjalankan kegiatan perdagangan. Beberapa waktu kemudian, pemilik mengembangkan bisnis dengan menambahkan kegiatan lain yang memiliki karakteristik berbeda.

Jika kegiatan baru tersebut termasuk bidang usaha yang berbeda, pelaku usaha perlu memeriksa apakah kegiatan tersebut telah tercakup dalam KBLI yang sudah terdaftar.

Beberapa kondisi yang dapat menjadi alasan untuk mengecek kembali KBLI antara lain:

  • menambah jenis kegiatan usaha;
  • memperluas bidang usaha;
  • menambah produk atau jasa dengan kegiatan ekonomi berbeda;
  • mengembangkan usaha ke sektor lain;
  • menyesuaikan data usaha dengan aktivitas yang sebenarnya dijalankan;
  • melakukan perubahan kegiatan usaha berdasarkan perkembangan bisnis; atau
  • menyesuaikan klasifikasi usaha setelah adanya perubahan KBLI.

Penambahan sebaiknya dilakukan sebelum kegiatan baru benar-benar dijalankan apabila kegiatan tersebut memerlukan legalitas atau persyaratan tertentu.

Mengapa Pemilihan KBLI Harus Tepat?

KBLI tidak sebaiknya dipilih hanya berdasarkan nama usaha. Yang perlu diperhatikan adalah aktivitas utama yang benar-benar dilakukan.

Misalnya, nama sebuah perusahaan menggunakan istilah yang luas, tetapi kegiatan operasionalnya hanya mencakup aktivitas tertentu. Pemilihan kode harus mengikuti uraian kegiatan yang paling sesuai, bukan sekadar mencocokkan kata pada nama perusahaan.

Kesalahan pada tahap ini dapat menimbulkan masalah administratif di kemudian hari. Kegiatan yang dijalankan bisa saja memerlukan persyaratan dasar, Sertifikat Standar, izin tertentu, atau PB UMKU yang berbeda dari kegiatan sebelumnya.

Dalam sistem perizinan berbasis risiko, jenis perizinan berkaitan dengan hasil analisis risiko setiap kegiatan usaha. PP Nomor 28 Tahun 2025 mengatur penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, termasuk Perizinan Berusaha, PB UMKU, persyaratan dasar, layanan OSS, serta pengawasan.

Oleh sebab itu, menentukan KBLI dengan benar merupakan salah satu bagian penting dalam menjaga kesesuaian legalitas usaha.

Cara Menambahkan KBLI di OSS

Bagi pelaku usaha yang ingin memperbarui kegiatan bisnisnya, cara menambah atau mengubah KBLI perlu dilakukan melalui data usaha yang sudah terdaftar di OSS dengan memperhatikan ketentuan perizinan yang berlaku.

Proses dapat berbeda berdasarkan jenis akun dan kondisi data usaha. Namun, panduan OSS untuk penambahan KBLI menunjukkan alur utama yang perlu dilakukan oleh pelaku usaha.

Berikut langkah yang dapat dijadikan panduan umum.

1. Login ke Akun OSS

Masuk ke sistem OSS menggunakan akun yang terdaftar dan memiliki akses terhadap data usaha.

Pastikan akun yang digunakan merupakan akun pemilik atau pengelola usaha yang sesuai. Setelah berhasil masuk, periksa data usaha yang akan diubah.

Untuk pelaku usaha yang menggunakan skema UMK, panduan OSS penambahan KBLI menunjukkan proses dimulai dengan login menggunakan akun UMK.

2. Masuk ke Menu Kelola NIB

Setelah berada di halaman OSS, pilih menu untuk mengelola NIB atau kegiatan usaha.

Pada menu tersebut, pelaku usaha dapat melihat data kegiatan usaha yang telah terdaftar.

Periksa terlebih dahulu kegiatan yang sudah ada agar tidak memasukkan bidang usaha yang sebenarnya sudah tercantum.

3. Pilih Tambah Bidang Usaha

Jika kegiatan yang ingin dijalankan belum tersedia, pilih opsi “Tambah Bidang Usaha”.

OSS menyediakan fasilitas tersebut sebagai bagian dari pengelolaan data usaha. Panduan resmi OSS menunjukkan bahwa setelah masuk ke menu Kelola NIB, pengguna dapat memilih Tambah Bidang Usaha.

4. Tentukan Jenis dan Bidang Usaha

Selanjutnya, lengkapi informasi mengenai jenis usaha, bidang usaha, dan ruang lingkup kegiatan.

Pada tahap ini, jangan terburu-buru memilih kode hanya berdasarkan kemiripan nama. Baca uraian kegiatan yang tersedia dan bandingkan dengan aktivitas bisnis yang benar-benar dilakukan.

Jika masih menggunakan data KBLI lama, lakukan pengecekan terhadap KBLI 2025 terlebih dahulu karena OSS telah menyediakan fitur konversi KBLI 2020 ke KBLI 2025.

5. Pilih KBLI yang Sesuai

Setelah menemukan bidang yang sesuai, pilih KBLI yang menggambarkan kegiatan usaha.

Perhatikan cakupan kegiatan dalam uraian kode tersebut. Satu kata yang sama belum tentu menunjukkan klasifikasi yang sama karena sebuah kegiatan dapat memiliki karakteristik berbeda.

Pada tahap ini, penting untuk mempertimbangkan:

  • aktivitas yang dilakukan;
  • produk atau jasa yang ditawarkan;
  • cara usaha memperoleh pendapatan;
  • lokasi kegiatan;
  • skala kegiatan; dan
  • ketentuan sektoral yang mungkin berlaku.

6. Lengkapi Data Luas Lahan dan Modal Usaha

Panduan OSS penambahan KBLI menunjukkan bahwa setelah menentukan bidang usaha, pengguna perlu melengkapi informasi seperti luas lahan, satuan, dan modal usaha sebelum melakukan validasi risiko.

Data yang dimasukkan sebaiknya sesuai dengan keadaan usaha.

Hindari mengisi informasi secara asal hanya agar proses dapat dilanjutkan. Ketidaksesuaian data dapat memengaruhi hasil proses perizinan dan pemeriksaan administrasi.

7. Lakukan Validasi Risiko

Setelah data usaha dilengkapi, lakukan Validasi Risiko.

Tahap ini penting karena sistem OSS menggunakan pendekatan berbasis risiko. Tingkat risiko kegiatan dapat menentukan jenis perizinan dan kewajiban yang perlu dipenuhi.

Artinya, menambah satu kegiatan usaha tidak selalu hanya menghasilkan penambahan satu kode KBLI. Kegiatan tersebut dapat membawa konsekuensi terhadap persyaratan legalitas yang harus dipenuhi.

8. Lengkapi Data Perizinan Usaha

Setelah validasi risiko, sistem dapat meminta informasi berkaitan dengan perizinan usaha.

Isi data sesuai kondisi kegiatan yang akan dijalankan. Periksa kembali setiap informasi sebelum melanjutkan.

Jika kegiatan memiliki persyaratan tertentu, jangan menganggap bahwa penambahan KBLI berarti seluruh proses legalitas telah selesai. Beberapa kegiatan dapat membutuhkan pemenuhan persyaratan lanjutan.

9. Lengkapi Lokasi Usaha

Berikutnya, lengkapi informasi mengenai lokasi kegiatan usaha.

Lokasi menjadi bagian penting dalam proses perizinan karena beberapa kegiatan memiliki persyaratan yang berkaitan dengan tempat usaha.

OSS menjelaskan bahwa kegiatan usaha dapat ditambahkan pada lokasi usaha yang sudah dimiliki. Jika kegiatan baru menggunakan lokasi baru, penambahan lokasi perlu dilakukan terlebih dahulu.

10. Tambahkan Produk atau Jasa

Setelah data lokasi dilengkapi, pengguna dapat menambahkan produk atau jasa yang berkaitan dengan kegiatan usaha.

Masukkan informasi produk atau jasa sesuai aktivitas yang sebenarnya. Setelah data disimpan, periksa kembali apakah informasi yang ditampilkan sudah benar.

Panduan resmi OSS mencantumkan tahap Tambah Produk atau Jasa, pengisian data produk atau jasa, penyimpanan, kemudian penyimpanan data usaha.

11. Simpan Data Usaha

Setelah seluruh informasi diperiksa, simpan perubahan.

Pastikan tidak ada data yang tertinggal dan kegiatan usaha yang dipilih sudah sesuai dengan aktivitas bisnis.

Jangan langsung mengunduh dokumen atau menganggap proses selesai sebelum memeriksa status kegiatan dan perizinan yang muncul pada akun OSS.

Bagaimana Cara Mengubah KBLI di OSS?

Mengubah KBLI perlu dibedakan dari sekadar menambahkan kegiatan usaha.

Jika kode sebelumnya tidak sesuai dengan kegiatan yang sebenarnya dijalankan, pelaku usaha perlu mengevaluasi data kegiatan usaha tersebut dan melihat mekanisme perubahan yang tersedia pada akun OSS.

OSS sendiri menyediakan panduan khusus dengan judul “Perubahan Perizinan Berusaha – Data Usaha”, yang menunjukkan bahwa perubahan data usaha merupakan bagian dari layanan OSS.

Dalam praktiknya, langkah perubahan perlu disesuaikan dengan kondisi data usaha dan status perizinan yang telah dimiliki.

Sebelum mengganti kode, sebaiknya lakukan beberapa pemeriksaan:

  1. identifikasi kegiatan usaha yang sebenarnya;
  2. cari KBLI yang paling sesuai;
  3. cek apakah kode tersebut tersedia pada KBLI 2025;
  4. periksa tingkat risiko;
  5. lihat persyaratan dasar;
  6. periksa izin atau Sertifikat Standar yang berkaitan;
  7. cek dampaknya terhadap perizinan yang sudah diterbitkan; dan
  8. simpan bukti perubahan data.

Jika perubahan menyangkut kegiatan yang memiliki persyaratan sektoral, pemeriksaan tambahan menjadi semakin penting.

Apakah Mengubah KBLI Membuat NIB Lama Tidak Berlaku?

Mengubah atau menambah kegiatan usaha tidak boleh dipahami secara sederhana sebagai “NIB lama otomatis hilang”.

NIB merupakan identitas atau bukti registrasi pelaku usaha dalam sistem perizinan. Namun, data kegiatan usaha yang tercantum di dalamnya dapat mengalami perubahan sesuai perkembangan usaha.

Yang perlu diperhatikan adalah status NIB dan status masing-masing kegiatan atau perizinan setelah perubahan dilakukan.

Jika penambahan kegiatan menyebabkan munculnya persyaratan baru, pelaku usaha perlu memenuhi persyaratan tersebut sebelum menjalankan kegiatan sesuai ketentuan.

Karena itu, setelah perubahan dilakukan, jangan hanya melihat apakah nomor NIB masih sama. Periksa juga daftar kegiatan usaha, tingkat risiko, perizinan, Sertifikat Standar, serta PB UMKU yang berkaitan.

Apakah Izin yang Sudah Terbit Tetap Berlaku?

Jawabannya bergantung pada jenis perubahan dan hubungan antara izin dengan kegiatan usaha yang diubah.

Tidak semua izin otomatis terdampak dengan cara yang sama. Ada izin yang berkaitan langsung dengan KBLI tertentu, lokasi tertentu, produk tertentu, atau persyaratan teknis tertentu.

Misalnya, apabila perubahan kegiatan membuat karakteristik usaha berubah secara signifikan, perizinan yang sebelumnya dimiliki perlu diperiksa kembali.

Karena sistem OSS menggunakan pendekatan berbasis risiko, perubahan kegiatan dapat memengaruhi jenis perizinan dan kewajiban yang harus dipenuhi.

Maka, setelah menambahkan atau mengubah KBLI, lakukan pengecekan ulang terhadap seluruh legalitas yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.

Dokumen dan Data yang Sebaiknya Disiapkan

Sebelum melakukan perubahan, siapkan data yang kemungkinan diperlukan agar proses tidak terhenti di tengah jalan.

Beberapa data yang sebaiknya tersedia antara lain:

  • NIB;
  • akses akun OSS;
  • data identitas pelaku usaha;
  • data badan usaha apabila berbentuk badan hukum;
  • alamat dan lokasi kegiatan;
  • informasi luas lahan jika relevan;
  • data modal atau nilai investasi;
  • uraian kegiatan usaha;
  • daftar produk atau jasa;
  • data tenaga kerja jika diperlukan;
  • dokumen atau informasi terkait persyaratan dasar; dan
  • dokumen sektoral apabila kegiatan tertentu mensyaratkannya.

Tidak semua kegiatan membutuhkan seluruh dokumen tersebut. Kebutuhan dapat berbeda berdasarkan bentuk usaha, lokasi, jenis kegiatan, dan tingkat risiko.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menambah KBLI

Memilih KBLI Berdasarkan Nama Usaha

Nama perusahaan tidak selalu menggambarkan kegiatan ekonomi secara spesifik. Karena itu, pemilihan kode sebaiknya berdasarkan uraian kegiatan.

Menambahkan Terlalu Banyak KBLI

Menambahkan banyak kode tanpa mempertimbangkan aktivitas sebenarnya juga bukan solusi. Setiap kegiatan perlu memiliki alasan yang jelas dan sesuai dengan aktivitas usaha.

Tidak Mengecek KBLI 2025

Perubahan klasifikasi membuat pelaku usaha perlu memperhatikan versi KBLI yang digunakan. OSS menyediakan fitur konversi untuk membantu pengecekan KBLI 2020 ke KBLI 2025.

Mengabaikan Tingkat Risiko

KBLI berkaitan dengan proses penentuan risiko kegiatan. Karena itu, perubahan kode dapat berpengaruh terhadap persyaratan perizinan.

Menganggap Penambahan KBLI Sama dengan Selesainya Legalitas

Menambahkan bidang usaha tidak selalu berarti seluruh kewajiban perizinan telah selesai. Sistem dapat menetapkan persyaratan tambahan berdasarkan kegiatan yang didaftarkan.

Tidak Mengecek Izin Lama

Setelah perubahan, periksa kembali legalitas yang sudah diterbitkan. Pastikan tidak terdapat persyaratan yang perlu disesuaikan akibat perubahan kegiatan.

Tips Agar Penambahan KBLI Tidak Menimbulkan Masalah

Sebelum melakukan perubahan, buat daftar kegiatan usaha yang benar-benar dijalankan atau akan dijalankan.

Kemudian cocokkan setiap kegiatan dengan klasifikasi KBLI yang tersedia. Jangan menggunakan satu kode untuk aktivitas yang sebenarnya berbeda apabila masing-masing mempunyai klasifikasi tersendiri.

Selanjutnya, periksa risiko dan persyaratan yang muncul pada OSS.

Jika kegiatan berkaitan dengan sektor yang memiliki aturan khusus, lakukan pengecekan tambahan terhadap ketentuan sektoralnya.

Terakhir, simpan dokumen hasil perubahan dan lakukan pengecekan ulang pada akun OSS.

Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi kesalahan administratif dan memastikan data legalitas lebih sesuai dengan kondisi bisnis.

Kapan Sebaiknya Menggunakan Jasa Profesional?

Tidak semua perubahan KBLI sulit dilakukan. Namun, tingkat kompleksitas dapat meningkat ketika usaha memiliki banyak kegiatan, beberapa lokasi, izin sektoral, atau perubahan yang berdampak pada legalitas yang sudah diterbitkan.

Kesalahan dalam menentukan klasifikasi dapat menyebabkan pelaku usaha harus melakukan penyesuaian kembali.

Jasa profesional seperti Easy Legalitas dapat membantu melakukan pemeriksaan kegiatan usaha, menentukan alternatif KBLI yang relevan, serta membantu meninjau konsekuensi perizinan sebelum perubahan dilakukan.

Pendekatan seperti ini dapat menjadi pilihan apabila pelaku usaha ingin mengurangi risiko kesalahan dalam proses administrasi.

FAQ Cara Menambah atau Mengubah KBLI di OSS

1. Apakah menambah KBLI harus membuat NIB baru?

Tidak selalu. Penambahan kegiatan usaha dapat dilakukan melalui pengelolaan data usaha pada OSS. Pelaku usaha tetap perlu memeriksa status NIB dan kegiatan usaha setelah perubahan.

2. Apakah satu NIB bisa memiliki beberapa KBLI?

Pada prinsipnya, data kegiatan usaha dalam OSS dapat mencakup lebih dari satu bidang kegiatan sesuai dengan aktivitas usaha yang dijalankan dan ketentuan yang berlaku.

3. Bagaimana cara menambahkan KBLI di OSS?

Proses umumnya dilakukan dengan masuk ke akun OSS, membuka pengelolaan NIB, memilih Tambah Bidang Usaha, menentukan KBLI, melengkapi data usaha, melakukan validasi risiko, mengisi informasi perizinan, lokasi, serta produk atau jasa, kemudian menyimpan data.

4. Apakah KBLI bisa diubah setelah NIB terbit?

Data kegiatan usaha dapat dikelola melalui mekanisme perubahan yang tersedia pada OSS. Namun, proses dan dampaknya perlu disesuaikan dengan kondisi usaha.

5. Apakah mengubah KBLI mengubah nomor NIB?

Perubahan kegiatan usaha tidak dapat disamakan dengan membuat identitas usaha baru. Setelah perubahan, pelaku usaha sebaiknya memeriksa kembali dokumen NIB dan daftar kegiatan usaha pada OSS.

6. Apakah menambah KBLI dikenakan biaya?

Proses perubahan atau penambahan data pada OSS perlu dibedakan dari biaya jasa profesional. Jika kegiatan membutuhkan izin atau pemenuhan persyaratan tertentu, dapat terdapat biaya lain sesuai ketentuan masing-masing sektor.

7. Apakah semua KBLI dapat ditambahkan ke NIB?

Tidak semua kegiatan dapat diperlakukan dengan cara yang sama. Kegiatan harus sesuai dengan ketentuan, klasifikasi, lokasi, serta persyaratan perizinan yang berlaku.

8. Apa yang terjadi setelah KBLI baru ditambahkan?

OSS dapat melakukan validasi dan menentukan risiko serta persyaratan perizinan yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.

9. Apakah perubahan KBLI memengaruhi Sertifikat Standar?

Dapat memengaruhi, tergantung kegiatan usaha dan tingkat risikonya. Karena Sertifikat Standar merupakan bagian dari perizinan berbasis risiko, kegiatan baru perlu diperiksa kembali berdasarkan hasil validasi OSS.

10. Apakah izin usaha lama otomatis dicabut ketika KBLI diubah?

Tidak dapat disimpulkan secara umum. Dampak terhadap izin harus diperiksa berdasarkan jenis kegiatan, izin, dan perubahan yang dilakukan.

Kesimpulan

Menambah atau mengubah KBLI di OSS pada dasarnya tidak selalu mengharuskan pelaku usaha membuat NIB baru dari awal. OSS menyediakan fasilitas pengelolaan data usaha yang memungkinkan kegiatan usaha ditambahkan sesuai kondisi bisnis.

Cara menambah atau mengubah KBLI di OSS dilakukan melalui pengelolaan NIB atau data kegiatan usaha, kemudian memilih bidang usaha yang sesuai, melengkapi informasi usaha, melakukan validasi risiko, mengisi data perizinan, lokasi, serta produk atau jasa, lalu menyimpan perubahan.

Namun, bagian terpenting bukan hanya menyelesaikan proses input di OSS. Pelaku usaha perlu memastikan bahwa KBLI yang dipilih benar-benar menggambarkan kegiatan yang dijalankan.

Perubahan KBLI juga perlu diikuti dengan pemeriksaan terhadap tingkat risiko dan perizinan yang berkaitan. Hal ini penting karena sistem PBBR menentukan jenis perizinan berdasarkan karakteristik dan risiko kegiatan usaha.

Jika masih ragu menentukan KBLI atau ingin mengetahui dampak perubahan kegiatan terhadap legalitas usaha, konsultasikan terlebih dahulu sebelum melakukan perubahan. Easy Legalitas siap membantu memeriksa kebutuhan legalitas usaha agar proses perubahan data di OSS dapat dilakukan dengan lebih terarah.

Related Post

Tinggalkan komentar