Pendahuluan
Perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi perlu memastikan bidang usahanya tercatat sesuai dengan pekerjaan yang benar-benar dikerjakan. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah SBUJK atau Sertifikat Badan Usaha Jasa Konstruksi.
Dalam proses pengurusannya, pemilihan subklasifikasi menjadi bagian yang tidak boleh dilakukan secara asal. Subklasifikasi berkaitan dengan jenis layanan atau pekerjaan konstruksi yang dijalankan oleh badan usaha.
Masalahnya, beberapa bidang usaha memiliki nama yang hampir mirip sehingga pemilik perusahaan bisa saja memilih klasifikasi yang kurang sesuai. Padahal, pilihan tersebut dapat berkaitan dengan jenis pekerjaan yang dapat dijalankan serta persyaratan badan usaha.
Lalu, bagaimana menentukan subklasifikasi SBUJK yang sesuai? Pembahasannya perlu dimulai dari kegiatan perusahaan, jenis pekerjaan, KBLI, hingga sumber daya yang dimiliki.
Apa Itu SBUJK?
SBUJK merupakan sertifikat yang berkaitan dengan klasifikasi dan kualifikasi badan usaha jasa konstruksi. Sertifikat ini menjadi salah satu bagian dalam penyelenggaraan usaha jasa konstruksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Di dalamnya terdapat informasi mengenai bidang dan kemampuan usaha yang dimiliki badan usaha. Karena itu, perusahaan perlu memastikan data yang diajukan menggambarkan kegiatan konstruksi yang memang menjadi bidang bisnisnya.
Pemilihan klasifikasi bukan sekadar mengisi kode pada dokumen. Ada hubungan antara kegiatan usaha perusahaan dengan bidang jasa konstruksi yang ingin dijalankan.
Mengenal Subklasifikasi dalam Jasa Konstruksi
Secara sederhana, subklasifikasi dapat dipahami sebagai pengelompokan yang lebih spesifik dari bidang jasa konstruksi.
Misalnya, perusahaan tidak hanya menyatakan bahwa dirinya bergerak di bidang konstruksi secara umum. Kegiatannya perlu diarahkan pada jenis layanan atau pekerjaan tertentu.
Hal inilah yang membuat pemilik badan usaha perlu memahami pekerjaan yang benar-benar dilakukan sebelum menentukan pilihan.
Jangan sampai perusahaan memilih bidang hanya karena namanya terdengar cocok, sementara pekerjaan di lapangan sebenarnya berbeda.
Kenapa Pemilihan Subklasifikasi Tidak Boleh Asal?
Setiap perusahaan memiliki kemampuan dan fokus pekerjaan yang berbeda.
Perusahaan yang biasa mengerjakan bangunan gedung tentu tidak selalu memiliki bidang pekerjaan yang sama dengan perusahaan yang menangani jaringan, jalan, instalasi, atau pekerjaan konstruksi khusus lainnya.
Jika pilihan tidak sesuai, perusahaan dapat mengalami kendala ketika membutuhkan sertifikasi untuk kegiatan tertentu.
Karena itu, proses penentuan perlu dimulai dari kondisi nyata perusahaan, bukan dari kode yang terlihat paling mudah dipilih.
Langkah Menentukan Subklasifikasi SBUJK
1. Kenali Pekerjaan Utama Perusahaan
Pertama, buat daftar pekerjaan konstruksi yang memang menjadi layanan perusahaan.
Contohnya:
- pembangunan atau renovasi bangunan.
- pekerjaan jalan.
- pekerjaan jaringan.
- instalasi tertentu.
- pekerjaan konstruksi khusus.
Daftar tersebut menjadi titik awal untuk mempersempit pilihan bidang.
2. Lihat Kegiatan yang Tercantum dalam Dokumen Perusahaan
Selanjutnya, periksa kegiatan usaha yang sudah tercatat pada dokumen perusahaan.
Informasi mengenai kegiatan usaha perlu selaras dengan bidang yang ingin dijalankan. Jika terdapat ketidaksesuaian, data perusahaan mungkin perlu diperiksa dan disesuaikan terlebih dahulu.
3. Periksa KBLI
KBLI dapat menjadi salah satu referensi ketika melihat bidang usaha perusahaan.
Namun, KBLI dan subklasifikasi jasa konstruksi bukan dua hal yang sama. KBLI menggambarkan klasifikasi kegiatan ekonomi, sedangkan subklasifikasi SBUJK lebih spesifik berkaitan dengan bidang jasa konstruksi.
Karena itu, jangan langsung menganggap satu nomor KBLI otomatis sama dengan satu subklasifikasi.
4. Cocokkan dengan Jenis Pekerjaan
Setelah mengetahui bidang usaha, cocokkan dengan pekerjaan yang benar-benar dilakukan.
Bayangkan perusahaan selama ini mengerjakan instalasi tertentu. Jangan hanya mencari kode berdasarkan kata “konstruksi”. Periksa uraian pekerjaan yang terdapat dalam klasifikasi untuk menemukan bidang yang paling mendekati aktivitas sebenarnya.
5. Perhatikan Kemampuan Perusahaan
Pemilihan bidang juga perlu mempertimbangkan kemampuan badan usaha.
Lihat sumber daya manusia, pengalaman pekerjaan, peralatan, serta kemampuan teknis yang dimiliki. Jangan memilih bidang yang jauh dari kemampuan perusahaan hanya karena ingin memperluas daftar layanan.
Hubungan KBLI dengan Subklasifikasi SBUJK
Bagian ini sering membuat calon pemohon bingung.
KBLI digunakan untuk mengelompokkan kegiatan ekonomi berdasarkan jenis usaha. Sementara itu, klasifikasi dalam jasa konstruksi digunakan untuk menggambarkan bidang layanan konstruksi yang dijalankan badan usaha.
Keduanya dapat berkaitan, tetapi tidak berarti kode yang digunakan harus selalu identik.
Karena itu, ketika mempersiapkan pengurusan SBUJK, perusahaan perlu melihat kedua aspek tersebut secara bersamaan. Tujuannya agar kegiatan usaha pada dokumen perusahaan dan bidang jasa konstruksi yang dipilih tidak saling bertentangan.
Pengaruh Jenis Pekerjaan terhadap Pilihan Subklasifikasi
Jenis pekerjaan merupakan salah satu pertimbangan utama.
Misalnya, perusahaan mengerjakan proyek pembangunan gedung. Kondisinya tentu berbeda dengan badan usaha yang fokus pada pekerjaan jalan atau instalasi.
Bahkan dalam bidang yang sama, uraian pekerjaan dapat memiliki perbedaan tertentu. Itulah sebabnya pemilihan tidak sebaiknya dilakukan hanya dengan melihat judul bidang.
Baca deskripsi pekerjaan secara lengkap sebelum menentukan pilihan.
Apakah Kualifikasi Usaha Berpengaruh?
Ya, kemampuan dan kualifikasi badan usaha perlu diperhatikan dalam proses sertifikasi.
Kualifikasi memberikan gambaran mengenai kemampuan perusahaan dalam menjalankan pekerjaan sesuai bidangnya. Penentuannya tidak hanya berkaitan dengan nama perusahaan, tetapi juga berbagai persyaratan yang harus dipenuhi.
Karena itu, sebelum mengajukan permohonan, perusahaan sebaiknya mengevaluasi kondisi internalnya terlebih dahulu.
Jangan sampai subklasifikasi yang dipilih tidak didukung oleh sumber daya dan persyaratan yang diperlukan.
Bagaimana dengan Tenaga Ahli?
Bidang jasa konstruksi tertentu dapat membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai.
Ketersediaan tenaga ahli menjadi salah satu hal yang perlu diperiksa sebelum memilih bidang. Pastikan perusahaan memiliki atau dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja sesuai persyaratan yang berlaku.
Hal ini juga membantu perusahaan memilih bidang yang realistis berdasarkan kemampuan operasionalnya.
Contoh Sederhana
Misalnya sebuah PT selama ini menerima pekerjaan pembangunan dan renovasi bangunan.
Pemilik perusahaan ingin mengurus SBUJK karena perusahaan mulai mengikuti proyek yang lebih besar. Langkah pertama bukan mencari kode secara acak, melainkan memetakan jenis pekerjaan yang sudah dikerjakan.
Dari sana, perusahaan dapat memeriksa kegiatan usaha, KBLI, bidang konstruksi, serta persyaratan sumber daya yang diperlukan.
Jika nantinya perusahaan ingin masuk ke bidang lain yang berbeda, kebutuhan sertifikasinya perlu ditinjau kembali.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa penentuan bidang sebaiknya mengikuti pekerjaan nyata perusahaan.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari ketika menentukan bidang SBUJK.
Memilih Kode karena Namanya Mirip
Dua bidang bisa memiliki istilah yang hampir sama. Jangan langsung memilih salah satunya tanpa membaca uraian pekerjaannya.
Hanya Mengandalkan KBLI
KBLI memang penting, tetapi bukan satu-satunya dasar untuk menentukan subklasifikasi jasa konstruksi.
Mengabaikan Kemampuan Perusahaan
Pilihan bidang perlu didukung oleh sumber daya yang sesuai. Jangan sampai bidang yang dipilih tidak sejalan dengan kemampuan teknis perusahaan.
Menentukan Bidang Berdasarkan Proyek yang Belum Pasti
Rencana bisnis memang boleh menjadi pertimbangan, tetapi perusahaan sebaiknya tetap memperhatikan kemampuan dan kegiatan yang benar-benar akan dijalankan.
Tidak Memeriksa Persyaratan Tenaga Ahli
Bidang tertentu dapat memiliki kebutuhan kompetensi tertentu. Bagian ini perlu diperiksa sebelum pengajuan dilakukan.
FAQ
Q: Apa yang dimaksud subklasifikasi SBUJK?
A: Subklasifikasi merupakan pengelompokan yang lebih spesifik dalam bidang jasa konstruksi berdasarkan jenis layanan atau pekerjaan yang dijalankan badan usaha.
Q: Apakah KBLI sama dengan klasifikasi jasa konstruksi?
A: Tidak. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda meskipun dapat saling berkaitan dalam menggambarkan kegiatan perusahaan.
Q: Bagaimana menentukan subklasifikasi yang sesuai?
A: Mulailah dari pekerjaan yang benar-benar dilakukan perusahaan, kemudian cocokkan dengan kegiatan usaha, KBLI, dan uraian bidang jasa konstruksi yang tersedia.
Q: Apakah satu perusahaan dapat memiliki beberapa subklasifikasi?
A: Kebutuhan tersebut bergantung pada bidang pekerjaan yang dijalankan serta persyaratan yang berlaku. Jika perusahaan memiliki beberapa bidang layanan, masing-masing perlu diperiksa kesesuaiannya.
Q: Apakah tenaga ahli diperlukan?
A: Persyaratan tenaga ahli bergantung pada bidang dan ketentuan sertifikasi yang berlaku. Karena itu, kebutuhan kompetensi perlu diperiksa sebelum memilih bidang.
Q: Apa akibat memilih subklasifikasi yang tidak sesuai?
A: Pilihan yang tidak sesuai dapat menimbulkan masalah administratif maupun kendala ketika perusahaan ingin menggunakan sertifikasinya untuk kegiatan tertentu.
Q: Apakah subklasifikasi bisa diubah?
A: Kebutuhan perubahan atau penambahan bidang dapat dilakukan sesuai mekanisme dan persyaratan yang berlaku. Perusahaan perlu memeriksa ketentuan pada saat perubahan akan dilakukan.
Q: Apakah perusahaan baru bisa mengurus SBUJK?
A: Bisa saja sepanjang memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk bidang dan kualifikasi yang dipilih.
Kesimpulan
Menentukan bidang jasa konstruksi sebaiknya tidak dilakukan hanya dengan mencari kode yang terdengar paling dekat dengan nama usaha. Pekerjaan yang benar-benar dijalankan perusahaan harus menjadi titik awal.
Setelah itu, perusahaan dapat mencocokkannya dengan kegiatan usaha, KBLI, pilihan subklasifikasi, kualifikasi badan usaha, serta kebutuhan tenaga ahli.
Dengan memahami subklasifikasi SBUJK secara lebih menyeluruh, perusahaan dapat memilih bidang yang lebih sesuai dengan kemampuan dan rencana bisnisnya.
Butuh bantuan mengurus SBUJK?
EasyLegalitas dapat membantu perusahaan mempersiapkan kebutuhan administrasi dan legalitas jasa konstruksi, termasuk mengarahkan pemeriksaan bidang usaha serta dokumen yang diperlukan.
Konsultasikan kondisi perusahaan Anda terlebih dahulu agar proses pengurusan dapat dipersiapkan sesuai bidang pekerjaan yang dijalankan.











Tinggalkan komentar