KBLI Digital Agency 2025: Panduan Software House & Konsultan IT Terbaru

Refana Tasya

Oktober 27, 2026

KBLI Digital Agency 2025: panduan software house dan konsultan IT terbaru untuk menentukan kegiatan usaha dan izin OSS yang tepat.

Pendahuluan

Memulai bisnis di bidang teknologi saat ini tidak hanya berkaitan dengan membuat website, aplikasi, sistem digital, atau menjalankan strategi pemasaran melalui internet. Di balik kegiatan tersebut terdapat aspek legalitas yang perlu diperhatikan sejak awal, salah satunya adalah pemilihan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia atau KBLI.

Bagi pemilik digital agency, software house, perusahaan pengembang aplikasi, penyedia layanan teknologi informasi, hingga konsultan IT, pemilihan kode usaha menjadi bagian penting ketika mendirikan badan usaha dan mengurus perizinan melalui Online Single Submission atau OSS.

Hal ini semakin relevan setelah hadirnya KBLI 2025 sebagai pembaruan dari KBLI 2020. BPS menjelaskan bahwa pembaruan tersebut dilakukan agar klasifikasi aktivitas ekonomi dapat mengikuti perkembangan kegiatan usaha yang semakin beragam, termasuk perkembangan ekonomi digital.

Perubahan tersebut membuat pelaku usaha teknologi perlu lebih cermat dalam menentukan kegiatan utama maupun kegiatan tambahan perusahaan. Nama perusahaan seperti “Digital Agency”, “Technology Company”, atau “Software House” saja belum cukup untuk menentukan kode yang tepat. Yang perlu dilihat adalah aktivitas ekonomi yang benar-benar dilakukan perusahaan.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan mungkin menawarkan jasa pembuatan website, tetapi pada saat yang sama juga menyediakan konsultasi sistem informasi, pengembangan aplikasi mobile, pengelolaan keamanan siber, desain komunikasi visual, hingga pengolahan data.

Masing-masing kegiatan tersebut dapat memiliki klasifikasi yang berbeda.

Kesalahan menentukan kode usaha dapat menimbulkan persoalan ketika kegiatan yang tercantum dalam legalitas perusahaan tidak sesuai dengan layanan yang sebenarnya ditawarkan kepada klien. Karena itu, pemilihan kode bukan sekadar formalitas saat membuat NIB, tetapi perlu disesuaikan dengan model bisnis perusahaan.

Artikel ini membahas secara lengkap KBLI digital agency 2025, pilihan kode yang berkaitan dengan software house, pengembangan aplikasi, konsultan IT, desain digital, serta kegiatan teknologi lainnya. Pembahasan juga mencakup persyaratan, estimasi proses, biaya, kesalahan yang sering terjadi, hingga cara menghindarinya.

Pengertian KBLI 2025

KBLI adalah singkatan dari Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia, yaitu sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengelompokkan aktivitas ekonomi berdasarkan karakteristik kegiatan usaha.

KBLI tidak sama dengan nama perusahaan, merek, maupun jenis badan usaha.

Misalnya, perusahaan bernama “ABC Digital Indonesia” dapat menjalankan pengembangan aplikasi, konsultasi IT, dan desain digital. Nama tersebut tidak secara otomatis menentukan kode usahanya. Penentuannya tetap didasarkan pada kegiatan ekonomi yang dijalankan.

BPS secara resmi merilis KBLI 2025 sebagai pembaruan dari KBLI 2020. Versi terbaru tersebut dikembangkan untuk memberikan klasifikasi yang lebih relevan terhadap perkembangan kegiatan ekonomi, termasuk munculnya berbagai aktivitas baru di sektor digital.

Dalam sistem OSS saat ini, pelaku usaha dapat menemukan klasifikasi yang menggunakan versi KBLI 2025. Salah satu kelompok yang sangat berkaitan dengan bisnis teknologi berada dalam kategori K, yaitu aktivitas telekomunikasi, pemrograman komputer, konsultansi, infrastruktur komputasi, pengolahan data, hosting, dan jasa informasi lainnya.

Dengan demikian, ketika seseorang mencari KBLI digital agency 2025, tidak selalu berarti ada satu kode khusus bernama “Digital Agency”. Istilah digital agency merupakan model bisnis, sedangkan KBLI ditentukan berdasarkan aktivitas yang dilakukan.

Mengapa digital agency tidak memiliki satu kode tunggal?

Digital agency dapat memiliki layanan yang sangat luas. Satu perusahaan dapat mengerjakan:

  • digital marketing;
  • desain grafis;
  • branding;
  • pembuatan website;
  • pengembangan aplikasi;
  • konsultasi IT;
  • pengelolaan sistem;
  • pengolahan data;
  • pembuatan konten digital;
  • strategi komunikasi digital.

Karena lingkup pekerjaannya berbeda, kode yang digunakan juga perlu disesuaikan.

Inilah alasan mengapa memilih kode berdasarkan nama bisnis saja berisiko menghasilkan klasifikasi yang kurang tepat.

KBLI 2025 yang Relevan untuk Digital Agency, Software House, dan Konsultan IT

Dalam praktiknya, beberapa kode KBLI 2025 dapat menjadi pertimbangan bagi perusahaan yang bergerak di sektor teknologi digital.

Namun, kode yang paling tepat tetap bergantung pada aktivitas utama perusahaan. Berikut beberapa kelompok yang relevan.

1. KBLI 621 – Aktivitas Pemrograman Komputer

KBLI 621 berada dalam kelompok aktivitas pemrograman komputer. Dalam KBLI 2025, kelompok ini mencakup aktivitas pengembangan video gim, perangkat lunak pendukung, serta berbagai aktivitas pemrograman komputer lainnya.

Kelompok ini dapat menjadi dasar untuk perusahaan yang fokus pada kegiatan pengembangan software dan aplikasi.

Dalam praktiknya, software house perlu melihat jenis produk atau sistem yang dikembangkan karena KBLI 2025 telah memberikan klasifikasi yang lebih spesifik untuk beberapa jenis pengembangan aplikasi.

2. KBLI 62191 – Aktivitas Pengembangan Aplikasi Perdagangan melalui Internet (E-Commerce)

Kode 62191 digunakan untuk aktivitas pemrograman dan/atau pengembangan perangkat lunak aplikasi yang mendukung transaksi perdagangan barang maupun jasa melalui internet.

Kegiatannya mencakup perancangan, penulisan kode, modifikasi, kustomisasi, pengujian, pembaruan, dan dukungan teknis terhadap aplikasi e-commerce.

Kode ini dapat relevan bagi software house yang secara khusus mengembangkan platform perdagangan elektronik.

Sebagai contoh, perusahaan mengembangkan:

  • marketplace;
  • toko online;
  • sistem pemesanan online;
  • aplikasi perdagangan B2B;
  • platform transaksi barang;
  • platform transaksi jasa.

Namun, apabila perusahaan hanya memberikan konsultasi mengenai kebutuhan software tanpa melakukan pengembangan aplikasi, aktivitas tersebut perlu dibedakan dari kegiatan pemrograman.

3. KBLI 62192 – Pengembangan Aplikasi dan Produksi Konten Berbasis Media Imersif

KBLI 2025 juga mengenal 62192, yaitu aktivitas pengembangan aplikasi dan produksi konten berbasis media imersif.

Kegiatan yang dimaksud antara lain berkaitan dengan teknologi seperti:

  • Virtual Reality atau VR;
  • Augmented Reality atau AR;
  • Mixed Reality atau MR;
  • visual 3D;
  • video 360 derajat;
  • aplikasi berbasis media imersif.

Klasifikasi ini menunjukkan bahwa KBLI 2025 semakin memberikan ruang terhadap bentuk aktivitas digital yang sebelumnya mungkin belum dijelaskan secara spesifik dalam klasifikasi lama.

4. KBLI 62193 – Pengembangan Aplikasi Berbasis Blockchain

Perusahaan yang mengembangkan aplikasi berbasis blockchain juga memiliki klasifikasi yang lebih spesifik.

KBLI 62193 mencakup aktivitas pemrograman dan/atau pengembangan aplikasi berbasis teknologi blockchain, termasuk pengembangan smart contract, infrastruktur blockchain publik maupun privat, serta aplikasi berbasis teknologi distributed ledger.

Yang perlu diperhatikan, aktivitas tersebut berbeda dengan perdagangan aset kripto. Dalam uraian KBLI, perdagangan aset kripto memiliki klasifikasi tersendiri.

Artinya, teknologi yang digunakan tidak boleh menjadi satu-satunya dasar pemilihan kode. Jenis aktivitas ekonominya tetap menjadi pertimbangan utama.

5. KBLI 62194 – Pengembangan Komponen Dasar Kecerdasan Buatan

KBLI 2025 juga mencantumkan 62194, yang berkaitan dengan aktivitas pengembangan komponen dasar kecerdasan buatan atau artificial intelligence.

Kegiatan ini mencakup pembuatan modul, library, atau framework AI yang bersifat reusable dan digunakan oleh pengembang lain untuk membangun aplikasi atau sistem berbasis AI.

Klasifikasi tersebut berbeda dari sekadar menggunakan AI sebagai alat bantu dalam pekerjaan perusahaan.

Sebagai contoh, perusahaan yang menggunakan AI untuk membuat konten pemasaran belum tentu dapat dikategorikan sebagai pengembang komponen AI. Yang perlu diperhatikan adalah aktivitas ekonominya.

6. KBLI 62199 – Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya YTDL

Untuk kegiatan pemrograman yang belum tercakup secara lebih spesifik dalam kelompok lain, KBLI 2025 menyediakan 62199 – Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya YTDL.

Klasifikasi ini mencakup berbagai aktivitas seperti pengembangan sistem perangkat lunak, sistem operasi, middleware, aplikasi IoT, keamanan siber, aplikasi bisnis, keuangan, basis data, grafis, laman web, dan aplikasi khusus lainnya. Kegiatan modifikasi serta konfigurasi software agar sesuai dengan sistem pengguna juga termasuk dalam uraian tersebut.

Karena cakupannya luas, kode ini dapat menjadi salah satu pertimbangan penting bagi software house yang mengembangkan berbagai jenis aplikasi sesuai kebutuhan klien.

Tetapi, pemilihan kode tetap sebaiknya dilakukan berdasarkan layanan utama perusahaan, bukan hanya karena kode tersebut memiliki cakupan yang luas.

KBLI untuk Konsultan IT

Bisnis konsultasi teknologi memiliki karakteristik yang berbeda dari perusahaan yang fokus pada pemrograman.

Dalam KBLI 2025, kelompok 6220 – Aktivitas Konsultansi Komputer dan Manajemen Fasilitas Komputer mencakup aktivitas konsultansi perangkat keras, perangkat lunak, sistem komputer, keamanan siber, serta perencanaan dan perancangan sistem komputer.

Kelompok ini juga mencakup layanan tertentu seperti:

  • konsultasi kebutuhan hardware dan software;
  • perencanaan sistem komputer;
  • integrasi hardware dan software;
  • konsultasi keamanan siber;
  • pemantauan dan analisis sistem keamanan;
  • pengelolaan sistem komputer;
  • konsultasi IoT.

Di dalamnya terdapat beberapa klasifikasi yang lebih spesifik, termasuk:

  • 62201 – Aktivitas Konsultansi dan Manajemen Keamanan Siber;
  • 62202 – Aktivitas Penyediaan dan Pengelolaan Identitas Digital;
  • 62203 – Aktivitas Penyediaan Sertifikat Elektronik dan Jasa Terkait;
  • 62204 – Aktivitas Konsultansi dan Perancangan Internet of Things (IoT);
  • 62209 – Aktivitas Konsultansi Komputer dan Manajemen Fasilitas Komputer Lainnya.

Karena terdapat pemecahan aktivitas yang lebih rinci, perusahaan sebaiknya tidak langsung menggunakan satu kode konsultasi untuk seluruh layanan teknologi.

KBLI untuk Desain Digital dan Creative Agency

Digital agency sering kali tidak hanya mengembangkan sistem teknologi. Banyak perusahaan juga menyediakan jasa desain, branding, dan komunikasi visual.

Untuk kegiatan desain grafis atau komunikasi visual, KBLI 2025 mengenal 74192 – Aktivitas Desain Grafis/Komunikasi Visual.

Uraiannya mencakup desain komunikasi visual dan grafis secara manual maupun digital, baik statis maupun dinamis, untuk media cetak, layar, daring, luring, maupun virtual. Kegiatannya antara lain dapat berkaitan dengan identitas brand, logo, iklan, infografik, website, aplikasi, media sosial, materi promosi, hingga perancangan identitas visual.

Karena itu, digital agency yang menggabungkan strategi pemasaran dengan layanan desain perlu memeriksa apakah aktivitas desain tersebut perlu dicantumkan sebagai kegiatan usaha tersendiri.

Tujuan Pemilihan KBLI yang Tepat

Pemilihan kode usaha bukan sekadar memenuhi kebutuhan administratif.

Tujuan utamanya adalah membuat data kegiatan perusahaan dalam dokumen legalitas selaras dengan aktivitas yang benar-benar dijalankan.

Beberapa tujuan utamanya antara lain:

  1. Menentukan aktivitas usaha secara resmi
  2. Kode membantu menggambarkan bidang kegiatan yang dijalankan oleh perusahaan.
  3. Menjadi bagian dari proses perizinan
  4. Data kegiatan usaha digunakan dalam proses perizinan berbasis OSS.
  5. Menyesuaikan kewajiban perizinan
  6. Perizinan berusaha menggunakan pendekatan berbasis risiko. Karena itu, kegiatan usaha dan tingkat risikonya dapat memengaruhi persyaratan yang perlu dipenuhi.
  7. Mendukung konsistensi dokumen perusahaan
  8. Kegiatan dalam dokumen pendirian, NIB, dan sistem OSS idealnya memiliki keterkaitan yang jelas.
  9. Mempersiapkan pengembangan bisnis
  10. Perusahaan teknologi sering berkembang dari satu layanan menjadi beberapa layanan. Perencanaan kode usaha sejak awal dapat membantu mengurangi kebutuhan perubahan data di kemudian hari.

PP Nomor 28 Tahun 2025 mengatur penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko, termasuk persyaratan dasar, Perizinan Berusaha, PB UMKU, layanan OSS, pengawasan, dan aspek lainnya. PP tersebut berlaku sejak 5 Juni 2025.

Fungsi KBLI dalam Bisnis Teknologi

Dalam bisnis digital, KBLI memiliki beberapa fungsi penting.

  • Sebagai identitas kegiatan ekonomi
    Kode memberikan gambaran mengenai aktivitas ekonomi perusahaan.
  • Sebagai acuan administrasi
    Data tersebut digunakan dalam berbagai proses administratif yang berkaitan dengan badan usaha dan perizinan.
  • Sebagai dasar pengelompokan kegiatan
    Pemerintah menggunakan KBLI untuk mengelompokkan kegiatan ekonomi berdasarkan karakteristik aktivitasnya.
  • Sebagai bagian dari sistem OSS
    Pemilihan kegiatan usaha memiliki hubungan dengan proses perizinan berbasis risiko melalui OSS.
  • Sebagai alat perencanaan usaha
    Pemilik perusahaan dapat menggunakan klasifikasi kegiatan untuk mengevaluasi apakah layanan yang akan dijalankan telah tercermin dalam struktur kegiatan usahanya.

Manfaat Menentukan KBLI dengan Benar

Bagi digital agency dan perusahaan teknologi, ketepatan klasifikasi memberikan beberapa manfaat.

1. Legalitas lebih selaras dengan bisnis
Perusahaan dapat menjalankan kegiatan yang sesuai dengan aktivitas yang telah dicantumkan dalam legalitasnya.

2. Mengurangi risiko administratif
Ketidaksesuaian antara aktivitas nyata dengan data legalitas dapat menimbulkan kebutuhan untuk melakukan penyesuaian.

3. Mempermudah ekspansi layanan
Jika sejak awal perusahaan sudah memetakan layanan yang direncanakan, struktur kegiatan usaha dapat disusun secara lebih terarah.

4. Membantu proses kerja sama
Sebagian klien korporasi mungkin meminta dokumen legalitas perusahaan sebelum bekerja sama. Kegiatan usaha yang jelas dapat membantu proses administrasi tersebut.

5. Membantu perencanaan perizinan
Karena sistem perizinan berbasis risiko mempertimbangkan aktivitas usaha, pemilihan klasifikasi menjadi salah satu bagian penting dalam proses tersebut.

Persyaratan Menentukan KBLI Digital Agency 2025

Sebelum menentukan kode usaha, pemilik perusahaan sebaiknya menyiapkan informasi mengenai kegiatan bisnis secara menyeluruh.

Beberapa hal yang perlu dipersiapkan antara lain:

  • nama dan bentuk badan usaha;
  • bidang kegiatan utama;
  • daftar layanan yang ditawarkan;
  • jenis produk digital yang dikembangkan;
  • target pelanggan;
  • model pendapatan;
  • lokasi kegiatan usaha;
  • rencana pengembangan layanan;
  • informasi mengenai teknologi atau sistem yang digunakan;
  • data pendukung untuk proses pendirian dan perizinan.

Yang paling penting adalah membuat daftar kegiatan nyata perusahaan.

Contohnya:

| “Perusahaan menyediakan jasa pembuatan aplikasi mobile untuk perusahaan retail.”

Pernyataan tersebut jauh lebih membantu dibandingkan hanya menyebutkan:

| “Perusahaan bergerak di bidang teknologi.”

Semakin jelas aktivitasnya, semakin mudah menentukan klasifikasi yang sesuai.

Bagaimana Menentukan Kode yang Tepat?

Cara paling aman adalah mulai dari aktivitas, bukan dari nomor kode. Gunakan langkah berikut.

Langkah 1: Tulis seluruh layanan perusahaan

Misalnya:

  • pembuatan website;
  • pengembangan aplikasi;
  • maintenance software;
  • konsultasi sistem;
  • keamanan siber;
  • desain UI/UX;
  • branding;
  • pengelolaan media sosial.

Langkah 2: Pisahkan kegiatan utama dan pendukung

Tidak semua layanan harus dianggap sebagai aktivitas utama.

Tentukan kegiatan yang paling merepresentasikan sumber pendapatan dan model bisnis perusahaan.

Langkah 3: Cocokkan dengan uraian KBLI 2025

Jangan hanya melihat nama kode.

Baca bagian uraian kegiatan, termasuk bagian yang menjelaskan aktivitas yang tidak termasuk dalam klasifikasi tersebut.

Langkah 4: Periksa kemungkinan kode tambahan

Jika perusahaan menjalankan beberapa aktivitas berbeda, dapat dilakukan evaluasi apakah aktivitas tersebut perlu dicantumkan sebagai kegiatan usaha tambahan.

Langkah 5: Cocokkan dengan OSS

Setelah klasifikasi ditentukan, periksa kembali bagaimana kode tersebut muncul dalam sistem OSS dan kewajiban yang terkait.

Estimasi Biaya dan Waktu

Tidak ada satu angka biaya yang berlaku untuk seluruh perusahaan teknologi karena biaya dan waktu sangat bergantung pada bentuk badan usaha, jumlah kegiatan, kompleksitas dokumen, lokasi, serta apakah perusahaan menggunakan bantuan profesional.

Untuk proses administrasi melalui OSS, pembuatan NIB pada dasarnya merupakan bagian dari sistem perizinan berusaha. Namun, biaya keseluruhan pendirian perusahaan tidak dapat disamakan dengan biaya memperoleh NIB karena pendirian badan usaha dapat melibatkan berbagai komponen lain.

Jika menggunakan jasa profesional seperti notaris atau konsultan legalitas, biaya dapat berbeda berdasarkan:

  • jenis badan usaha;
  • jumlah KBLI;
  • kompleksitas kegiatan;
  • kebutuhan dokumen;
  • perubahan data perusahaan;
  • kebutuhan perizinan tambahan;
  • layanan konsultasi yang digunakan.

Untuk waktu proses, pekerjaan administratif dapat berlangsung relatif cepat apabila data dan dokumen telah lengkap. Sebaliknya, proses dapat menjadi lebih panjang apabila terdapat ketidaksesuaian data, perubahan struktur usaha, atau persyaratan tambahan yang perlu dipenuhi.

Karena itu, estimasi waktu sebaiknya tidak dijanjikan secara seragam untuk semua perusahaan.

Studi Kasus: Digital Agency yang Berkembang Menjadi Software House

Bayangkan sebuah perusahaan bernama PT Digital Kreatif Nusantara.

Awalnya perusahaan hanya menawarkan:

  • desain media sosial;
  • pembuatan konten;
  • branding;
  • desain website.

Pada tahap awal, aktivitas perusahaan lebih banyak berkaitan dengan desain dan komunikasi visual.

Setelah dua tahun, perusahaan mulai menerima proyek baru berupa:

  • pembuatan website custom;
  • aplikasi mobile;
  • sistem manajemen internal;
  • integrasi API;
  • konsultasi sistem IT.

Model bisnisnya pun berubah.

Jika struktur kegiatan usaha perusahaan sejak awal hanya menggambarkan aktivitas desain, terdapat kemungkinan bahwa data legalitas tidak lagi menggambarkan keseluruhan aktivitas bisnis yang sedang dijalankan.

Dalam situasi seperti ini, perusahaan perlu melakukan evaluasi terhadap kegiatan usaha dan melihat apakah diperlukan penyesuaian.

Contoh ini menunjukkan bahwa pemilihan kode usaha bukan hanya persoalan ketika perusahaan baru berdiri. Evaluasi juga penting ketika bisnis mengalami ekspansi.

Kesalahan yang Sering Terjadi

1. Memilih kode hanya berdasarkan nama perusahaan

Kesalahan pertama adalah menganggap nama “Digital Agency” otomatis memiliki satu kode tertentu.

Padahal, KBLI ditentukan berdasarkan aktivitas ekonomi.

2. Menggunakan kode lama tanpa melakukan pengecekan

KBLI 2025 merupakan pembaruan dari KBLI 2020. BPS bahkan menerbitkan tabel konversi 2020–2025 untuk membantu proses transisi.

Karena itu, kode lama sebaiknya tidak langsung disalin tanpa pemeriksaan.

3. Hanya melihat judul kode

Nama kode dapat terlihat cocok, tetapi uraian kegiatannya belum tentu sesuai.

Membaca deskripsi lengkap merupakan langkah penting.

4. Menganggap semua kegiatan IT menggunakan kode yang sama

Pengembangan aplikasi, konsultasi sistem, keamanan siber, pengolahan data, dan layanan pendukung IT memiliki karakteristik yang berbeda.

KBLI 2025 bahkan telah memisahkan sejumlah aktivitas teknologi secara lebih rinci.

5. Memasukkan terlalu banyak kode tanpa pertimbangan

Menambahkan banyak kode memang terlihat aman, tetapi belum tentu merupakan strategi yang tepat.

Kode sebaiknya memiliki hubungan nyata dengan aktivitas perusahaan.

6. Tidak memperbarui data ketika bisnis berkembang

Perusahaan dapat berubah dari agency menjadi software house atau technology consultant.

Jika layanan berubah secara signifikan, data kegiatan usaha perlu dievaluasi kembali.

Tips Memilih KBLI untuk Digital Agency dan Software House

Berikut beberapa tips yang dapat membantu.

1. Mulai dari layanan yang menghasilkan pendapatan

Tanyakan:

| “Apa yang sebenarnya dijual perusahaan kepada klien?”

Apakah software?
Apakah konsultasi?
Apakah desain?
Atau strategi pemasaran digital?

Jawaban tersebut dapat membantu mempersempit pilihan.

2. Gunakan uraian resmi sebagai acuan

Jangan menentukan kode hanya berdasarkan artikel internet atau rekomendasi orang lain.

Gunakan informasi resmi dari BPS dan OSS sebagai dasar pemeriksaan. OSS saat ini menyediakan pencarian berdasarkan kode, judul, maupun uraian kegiatan.

3. Bedakan pengembangan software dengan konsultasi

Software house biasanya menghasilkan atau memodifikasi perangkat lunak.

Sementara konsultan IT lebih banyak memberikan saran, perencanaan, integrasi, atau pengelolaan sistem.

Keduanya dapat berkaitan, tetapi bukan berarti otomatis menggunakan klasifikasi yang sama.

4. Perhatikan layanan tambahan

Jika agency juga menawarkan desain grafis, branding, konsultasi IT, atau pengembangan aplikasi, masing-masing aktivitas perlu dipetakan.

5. Evaluasi ketika bisnis berkembang

Jangan menganggap kode yang dipilih saat perusahaan berdiri akan selalu relevan selamanya.

Solusi Mencegah Terjadinya Kesalahan

Kesalahan pemilihan klasifikasi dapat dicegah dengan membuat proses pemeriksaan sebelum data dimasukkan ke dokumen perusahaan dan OSS.

Buat matriks kegiatan usaha

Buat tabel sederhana seperti berikut:

LayananAktivitas UtamaKelompok KBLI yang Perlu Dicek
Pembuatan websitePemrograman/pengembangan6219
Pengembangan e-commercePengembangan aplikasi e-commerce62191
Konsultasi ITKonsultansi sistem komputer6220
Konsultasi keamanan siberKonsultansi keamanan62201
Pengembangan AI tertentuPengembangan komponen AI62194
Pengembangan blockchainPengembangan aplikasi blockchain62193
Desain grafisKomunikasi visual74192

Tabel tersebut bukan berarti setiap perusahaan wajib menggunakan seluruh kode di atas.

Tujuannya adalah membantu mengidentifikasi aktivitas apa yang sebenarnya dilakukan, kemudian menentukan klasifikasi yang sesuai berdasarkan uraian resminya.

Lakukan pengecekan silang

Sebelum finalisasi, bandingkan:

  1. kegiatan nyata perusahaan;
  2. uraian KBLI 2025;
  3. data badan usaha;
  4. data OSS;
  5. kebutuhan perizinan;
  6. rencana ekspansi bisnis.

Dengan cara tersebut, risiko ketidaksesuaian dapat diminimalkan.

Apakah KBLI 2025 Wajib Diperhatikan oleh Perusahaan Lama?

Perusahaan yang sudah berdiri dengan data KBLI sebelumnya juga perlu memperhatikan perkembangan implementasi KBLI 2025.

BPS menerbitkan tabel konversi KBLI 2020–2025 untuk membantu menjaga keterbandingan antara klasifikasi lama dan baru. BPS juga menjelaskan bahwa tabel tersebut berkaitan dengan proses transisi menuju implementasi KBLI 2025 dalam perizinan berusaha.

Selain itu, informasi resmi pemerintah menunjukkan adanya sosialisasi penerapan KBLI 2025 pada sistem OSS dan AHU pada 2026.

Artinya, perusahaan lama sebaiknya tidak panik dan mengganti semua data secara sembarangan. Langkah yang lebih tepat adalah melakukan pemeriksaan apakah kegiatan usaha yang sudah tercatat memiliki padanan atau penyesuaian dalam sistem terbaru.

Hubungan KBLI dengan OSS

OSS atau Online Single Submission merupakan sistem yang digunakan dalam penyelenggaraan perizinan berusaha.

Dalam sistem berbasis risiko, kegiatan usaha menjadi salah satu aspek penting dalam menentukan proses dan kewajiban perizinan.

PP Nomor 28 Tahun 2025 menyatakan bahwa penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko mencakup persyaratan dasar, Perizinan Berusaha, PB UMKU, layanan OSS, pengawasan, dan aspek lainnya. Regulasi tersebut juga menegaskan bahwa pelaku usaha wajib memiliki Perizinan Berusaha untuk melakukan kegiatan usaha.

Karena itu, menentukan kode usaha dengan tepat sejak awal dapat membantu membuat proses administrasi lebih terarah.

Namun, perlu dipahami bahwa KBLI bukan izin usaha itu sendiri.

KBLI adalah klasifikasi aktivitas ekonomi, sedangkan NIB dan perizinan lainnya merupakan bagian dari legalitas usaha.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Q: Apakah digital agency memiliki satu KBLI khusus?
A: Tidak selalu. Istilah digital agency menggambarkan model bisnis, bukan satu klasifikasi kegiatan yang otomatis berlaku untuk semua perusahaan. Kode perlu dipilih berdasarkan aktivitas yang benar-benar dilakukan, seperti pengembangan software, desain komunikasi visual, konsultasi IT, atau aktivitas lainnya.

Q: KBLI apa yang cocok untuk software house?
A: Software house perlu melihat jenis software yang dikembangkan. Dalam KBLI 2025 terdapat beberapa klasifikasi pengembangan aplikasi yang lebih spesifik, sementara pengembangan perangkat lunak dan aplikasi lainnya dapat berkaitan dengan kelompok aktivitas pemrograman komputer. Salah satu kode yang cukup luas adalah 62199 untuk aktivitas pemrograman komputer lainnya, tetapi kecocokannya tetap harus diperiksa berdasarkan kegiatan perusahaan.

Q: Apakah perusahaan pembuat aplikasi dan konsultan IT menggunakan KBLI yang sama?
A: Belum tentu. Pengembangan aplikasi berfokus pada pemrograman atau pembuatan perangkat lunak, sedangkan konsultasi IT berfokus pada pemberian saran, perencanaan, integrasi, atau pengelolaan sistem. KBLI 2025 memisahkan aktivitas pemrograman dan konsultansi komputer dalam kelompok yang berbeda.

Q: Apakah boleh memiliki lebih dari satu KBLI?
A: Penentuan beberapa kegiatan usaha dapat dilakukan apabila perusahaan memang menjalankan lebih dari satu aktivitas yang relevan. Namun, kode tambahan sebaiknya tidak dicantumkan secara asal hanya untuk memperbanyak pilihan. Setiap kode harus memiliki hubungan dengan kegiatan usaha yang benar-benar dijalankan atau direncanakan secara sah.

Q: Apakah KBLI 2020 masih bisa langsung digunakan?
A: Karena KBLI 2025 merupakan pembaruan atas KBLI 2020, perusahaan perlu memeriksa penyesuaian yang berlaku. BPS telah menyediakan tabel konversi KBLI 2020–2025 sebagai salah satu alat untuk membantu proses transisi.

Q: Apakah kode KBLI menentukan besar kecilnya perusahaan?
A: KBLI pada dasarnya digunakan untuk mengklasifikasikan aktivitas ekonomi. Penentuan skala dan risiko usaha dalam sistem perizinan memiliki mekanisme tersendiri. Karena itu, kode usaha tidak dapat dianggap sebagai penentu tunggal ukuran perusahaan.

Q: Apakah pengembangan website termasuk aktivitas pemrograman?
A: Jika kegiatan perusahaan mencakup perancangan dan pemrograman website sebagai produk atau layanan pengembangan software, aktivitas tersebut perlu diperiksa terhadap klasifikasi pemrograman komputer yang relevan. KBLI 2025 secara eksplisit memasukkan pengembangan laman web dalam cakupan aktivitas pemrograman tertentu.

Q: Apakah jasa desain grafis digital bisa dicantumkan dalam kegiatan usaha?
A: Bisa menjadi pertimbangan apabila perusahaan memang menyediakan jasa tersebut. KBLI 2025 memiliki kode 74192 untuk aktivitas desain grafis/komunikasi visual, yang mencakup desain digital maupun manual untuk berbagai media.

Q: Bagaimana jika perusahaan melakukan pengembangan aplikasi sekaligus konsultasi IT?
A: Perusahaan perlu memetakan kedua aktivitas tersebut dan melihat klasifikasi yang sesuai untuk masing-masing kegiatan. Jangan memilih satu kode hanya karena perusahaan menggunakan istilah “IT” secara umum.

Q: Apakah KBLI berhubungan dengan NIB?
A: Ya. Data kegiatan usaha dalam OSS menjadi bagian penting dalam proses perizinan berusaha, termasuk penerbitan dan pengelolaan NIB. Namun, KBLI sendiri merupakan klasifikasi aktivitas ekonomi dan bukan pengganti NIB.

Q: Apakah perusahaan lama harus mengganti KBLI secara manual?
A: Tidak sebaiknya dilakukan secara sembarangan. Perusahaan lama perlu memeriksa mekanisme penyesuaian yang berlaku pada sistem OSS dan melihat hasil konversi KBLI 2020 ke KBLI 2025. BPS telah menyediakan tabel konversi untuk membantu proses tersebut.

Q: Mengapa pemilihan KBLI sebaiknya dilakukan sebelum pendirian perusahaan?
A: Karena kegiatan usaha akan berkaitan dengan struktur legalitas dan proses perizinan. Dengan menentukan bidang usaha sejak awal, pemilik perusahaan dapat menyusun kegiatan usaha secara lebih konsisten dan mengurangi kebutuhan melakukan penyesuaian setelah perusahaan berjalan.

Kesimpulan

Memilih KBLI digital agency 2025 tidak cukup dilakukan hanya dengan mencari kode yang memiliki kata “digital”, “agency”, atau “teknologi”. Hal yang jauh lebih penting adalah memahami aktivitas ekonomi perusahaan secara nyata.

Digital agency yang menyediakan desain grafis tentu memiliki karakteristik berbeda dari software house yang membangun aplikasi. Begitu pula perusahaan yang fokus pada konsultasi IT, keamanan siber, pengembangan blockchain, AI, e-commerce, atau sistem berbasis teknologi lainnya.

KBLI 2025 memberikan klasifikasi yang semakin rinci untuk mengikuti perkembangan ekonomi digital. Beberapa aktivitas pengembangan teknologi kini memiliki kelompok tersendiri, termasuk pengembangan aplikasi e-commerce, aplikasi media imersif, blockchain, dan komponen dasar AI. Sementara itu, konsultasi komputer dan keamanan siber juga memiliki klasifikasi yang lebih spesifik.

Oleh karena itu, proses penentuan kode sebaiknya dimulai dari layanan yang benar-benar dijual perusahaan, kemudian dicocokkan dengan uraian KBLI 2025 dan sistem OSS.

Jangan memilih kode hanya karena terlihat populer atau pernah digunakan oleh perusahaan lain. Dua perusahaan yang sama-sama menggunakan istilah “digital agency” dapat memiliki KBLI berbeda karena aktivitas bisnisnya berbeda.

Jika Anda sedang mendirikan digital agency, software house, perusahaan pengembang aplikasi, atau konsultan IT dan masih bingung menentukan kegiatan usaha yang tepat, EasyLegalitas dapat membantu proses identifikasi dan penataan legalitas usaha agar lebih terarah.

Mulai dari pemetaan kegiatan usaha, pemilihan klasifikasi yang relevan, hingga pengurusan legalitas perusahaan, pastikan setiap tahap dilakukan berdasarkan aktivitas bisnis yang sebenarnya.

Butuh bantuan menentukan KBLI 2025 untuk bisnis digital Anda? Konsultasikan rencana usaha Anda bersama EasyLegalitas agar struktur kegiatan usaha dan proses perizinannya dapat dipersiapkan dengan lebih tepat.

Related Post

Tinggalkan komentar